Bandeng Jumbo Dipindang, Hati Jadi Girang
-RSadeli/GerbangJakarta-RSadeli/GerbangJakarta
Dalam liputannya, sedikitnya ada 15 pedagang menjajakan ikan yang oleh orang Makassar disebut Bolu. Salah seorang pedagang bernama Ata (60), warga Betawi Kemanggisan, mengaku berdagang ikan ini di Rawa Belong sejak 1980-an.
“Dulu yang dagang dari daerah Kemanggisan, Kebon Jeruk, dan sekitarnya. Sekarang yang dagang dari berbagai tempat,” ungkap Ata.
baca juga: “Nyahi, Tradisi ‘High Tea’ Tanah Betawi”
Pedagang lain, Fauzi, mengatakan kalau tradisi jual Bandeng dilakukannya setiap tahun. Dari mana Bandeng berukuran besar ini didapat? Fauzi yang berdagang bersama orang tuanya, menjelaskan kalau ikan yang dijualnya berasal dari Cilincing, Jakarta Utara. Fauzi menjual Bandeng mulai dari ukuran 3 kilogram sampai 8 kilogram. “Satu kilonya dijual Rp 75.000,” ungkap Fauzi.
Menyajikan Bandeng sebagai sajian istimewa sudah tercatat koran Maasbode, terbitan tahun 1925 yang beredar di Batavia. Dalam liputannya diterakan, orang Tionghoa dalam merayakan Imlek biasa makan olahan ikan Bandeng. Sedangkan di Rawa Belong dan sekitarnya tradisi ini menjadi bagian agenda silaturahmi orang Betawi ke mertua dengan membawa Bandeng sebagai antaran. “Zaman dulu biasanya selain bawa Bandeng, juga bawa kecap, pete, dan kue keranjang,” ungkap Ata.
Begini Cara Masaknya
Cukuplah cerita perihal asal-usul sajian ini. Seperti pada awal tulisan, bagi yang ingn mencicipi sajian ini, bolehlah menjajal resep yang dituliskan Bintan seperti pada awal tulisan. Tentu saja, resep ini bisa pula ditambahkan atau dikurangi bumbu sesuai selera. Nah begini resep dan cara membuatnya.
Bahan-bahan:
Sumber: